Karakter Desmo GP22 Terlalu Agresif
Pembalap asal Prancis itu masih memiliki banyak rencana untuk sore hari, tetapi hujan yang turun menggagalkan agendanya. “Saya istirahat panjang di tengah hari agar fit untuk melakukan dua long run. Di sana kami ingin menguji ban belakang Michelin yang baru. Sayangnya, kemudian hujan mulai turun, itulah sebabnya kami tidak dapat mencoba semua yang telah kami rencanakan,” lanjutnya.
Zarco sependapat dengan rekan setimnya Jorge Martin bahwa, Desmosedici GP22 terbaru masih memiliki defisit dalam hal grip roda belakang. “Motor GP22 bekerja dengan baik. Beberapa pembalap mengeluh bahwa karakteristik mesin agak terlalu agresif. Saya pikir kita bisa memperbaiki masalah ini dengan elektronik,” jelasnya.
“Kami masih perlu merasakan cengkeraman roda belakang yang lebih baik, tetapi kami sudah sangat cepat dan masih memiliki keunggulan mesin yang bertenaga. Jika kami meningkatkan feeling pada ban bekas, maka kami benar-benar kuat mulai lap pertama hingga terakhir.”
Mengomentari performa impresif dari pembalap tercepat Ducati di tes pramusim di Sepang Enea Bastianini, yang masih menunggangi Desmosedici 2021, Zarco mengatakan, “Motor GP22 setara dengan model tahun lalu, kali ini Enea membuat perbedaan. Saya pikir dia akan melakukan pekerjaan yang bagus dengan motor GP22 juga. Saya yakin bahwa bahkan dengan model GP22, waktu 1:57 yang tinggi akan mungkin dicapai. Tetapi saya tidak dapat mencapainya.”

Komentar